THE NEW EAGLE AIR (Marinduque)
Commercial IR Multi Engine 200 hours
Commercial IR Multi Engine 160 hours
Commercial IR Single Engine 200 hours
Commercial IR Single Engine 150 hours
Indo License Conversion 2 months
Macam-Macam Pendaratan
30 Apr 2014
Administrator

Macam-Macam Pendaratan

1. Conventional Take-Off and Landing / CTOL
CTOL (kepanjangan dari Conventional Take-Off and Landing) adalah proses lepas landas dan mendarat pesawat konvensional seperti pesawat penumpang yang membutuhkan landasan dengan panjang landasan yang umum digunakan berdasarkan pertimbangan teknis tertentu. Umumnya panjang landasan yang digunakan adalah sekitar 1.5 km sampai dengan 3 km bergantung dari letak geografis dan iklim dimana bandara tersebut berada. Makin tinggi letak ketinggian bandara serta makin panas iklim bandara tersebut maka panjang landasan yang dibutuhkan lebih panjang dari biasanya, karena pengaruh tekanan dan kerapatan udara. Contoh landasan terpanjang di dunia adalah landasan yang berada di Kota Doha (Qatar) yang mencapai 5000 m. Selain dari posisi geografis juga dipertimbangkan dari ukuran pesawat yang mendarat. Umumnya semakib besar ukuran pesawat yang mendarat semakin panjang landasan yang dibutuhkan. Meskipun beberapa pesawat tertentu yang berukuran besar mampu mendarat di landasan pendek sepeti C-17 Globemaster. Jarak landasan yang dibutuhkan ketika mendarat umumnya lebih pendek bila dibandingkan dengan jarak yang dibutuhkan pesawat ketika tinggal landas.Persyaratan landasan biasanya diatur dengan standar keamanan Internasional demi keamanan dan keselamatan penerbangan.


Dalam keadaan tertentu misalnya perang, landasan udara sering dijadikan target sasaran untuk melumpuhkan angkatan udara lawan. Dengan demikian khususnyapesawat militer atau pun pesawat tempur yang menggunakannya dilengkapi dengan peralatan khusus untuk tinggal landas dan mendarat melalui landasan pendek ataupun bunker (lubang perlindungan). Alat bantu yang digunakan biasanya berupa roket pendorong, ataupun kabel khusus serta pengait seperti halnya ketika mendarat pada kapal induk. Selain menggunakan peralatan tambahan, pada pesawat militer dugunakan pesawat tempur dengan rancangan tertentu yang mendarat pada landasan pendek guna kelancaran operasi pertahanan ataupun operasi militer. Salah sati rancangan yang digunakan adalah muculnya pesawat tempur berkemampuan STOL (Short take off landing), pesawat berkemampuan terbang dan mendarat menggunakan landasan pendek.

2. Soft Landing / Pendaratan Lunak
Pendaratan lunak (soft landing) adalah sebuah cara untuk mendaratkan pesawat dengan mulus. Kebalikan cara ini adalah pendaratan keras atau mendarat secara mendadak namun umumnya dilakukan pilot bila kondisi landasan tidak normal.

3. Hard Landing / Pendaratan Keras
Pendaratan keras (hard landing) adalah istilah dalam dunia penerbangan untuk menyebutkan tipe cara mendaratkan pesawat yang sedikit ditekan (dihentakkan) ke landasan yang bertujuan agar tread (kembang) ban pesawat dapat mencengkram landasan. Prosedur ini merupakan standar dalam dunia penerbangan untuk mencegah pesawat mengalami terpeleset atau terlebih lebih aquaplanning / hydroplanning bila terjadi landasan basah setelah hujan.

Kebalikan cara ini adalah pendaratan lunak atau mendarat secara mulus/empuk namun umumnya dilakukan pilot bila kondisi landasan normal.

4. Short Take Off and Vertical Landing / STOVL
STOVL (singkatan dari Short Take Off and Vertical Landing) adalah metode lepas landas dengan landasan pendek dan mendarat secara vertikal. Umumnya hasil modifikasi antara pesawat konvensional (biasa) dan Pesawat VTOL (Vertical Take Off Landing). Sampai saat ini yang memanfaatkan teknologi STOVL adalah pesawat militer khususnya pesawat yang mendarat pada kapal induk dengan pertimbangan terbatasnya ruang landasan yang tersedia pada geladak kapal. Selain itu, digunakan pula pada daerah daerah yang memiliki ruang area terbatas untuk didarati pesawat.

Untuk peluncurannya digunakan alat bantu berupa Sky Jump (papan luncur) mengingat berat pesawat ketika lepas landas (berat bahan bakar maupun muatan/persenjataan yang dibawanya). Contoh pesawat yang memiliki kemampuan ini adalah JSF (USA), Harrier (Inggris), AV-8 Harrier (USA) serta Yak-39, Yak-141 (Rusia).

5. Vertical Take Off and Landing / VTOL
VTOL (singkatan dari Vertical Take-Off and Landing) adalah metode lepas landas dan mendarat secara vertikal. Pesawat dengan metode ini dirancang untuk digunakan tanpa memerlukan ruangan atau area yang cukup besar bagi lepas landas dan mendarat. Pesawat yang memiliki kemampuan ini umumnya adalah pesawat helikopter ataupun pesawat jet yang dirancang kusus yang umumnya digunakan oleh militer seperti Harrier, Yak-38 Yak-141 ataupun pesawat tempur JSF.

Selain jenis pesawat di atas ada pula pesawat yang menggunakan sistem tilt-rotor artinya dalam posisi lepas landas dan mendarat posisi baling baling rotor diubah arahnya ke atas sedangkan untuk terbang secara normal posisi rotor diubah arahnya menghadap kedepan laiknya pesawat turbo propeler biasa. Model pesawat ini adalah VH-22 Osprey milik AL Amerika Serikat.

Pada pesawat tempur, karena ketika lepas landas dalam operasi militer membawa persenjataan seperti rudal, roket dan bom yang menambah berat beban pesawat, maka ketika lepas landas dibantu oleh media peluncuran yang dinamakan Sky jump (papan luncur) dengan memanfaatkan luncuran pesawat ke udara serta daya dorong mesin. Sehingga bisa dikatagorikan psawat berkemampuan STOVL (Short take off and Vertical landing). Peralatan Sky Jump ini umumnya dijumpai pada kapal induk bertipe STOVL. Sedangkan pada pesawat Rusia (Yak-38) selain dikatagorikan STOVL juga dapat dikatagorikan sebagai pesawat berkemampuan VTOL sejati karena mesin yang digunakan berdaya dorong lebih besar dibandingkan Harrier.

Salam Eagle Air

 

 

 

Ubah Bahasa
Facebook Pages


Youtube Channel





Member of Vince Group
ALAMAT UNIVERSITY GATEWAY (UNIGATE)
Jl. Pluit Raya No. 132 X-Y
Jakarta Utara 14440
TELEPON Office(Hunting) : +6221 66674784
Fax : +6221 6618813
Office HP : 081284659475 / 081281181151
JEJARING SOSIAL Facebook Twitter