THE NEW EAGLE AIR (Marinduque)
Commercial IR Multi Engine 200 hours
Commercial IR Multi Engine 160 hours
Commercial IR Single Engine 200 hours
Commercial IR Single Engine 150 hours
Indo License Conversion 2 months
Mengapa Lampu Kabin Dimatikan Saat Tinggal Landas atau Mendarat Malam Hari?
23 Apr 2014
Administrator

Mengapa Lampu Kabin Dimatikan Saat Tinggal Landas atau Mendarat Malam Hari?

Suatu kali mungkin anda bertanya mengapa lampu kabin dimatikan atau diredupkan saat hendak lepas landas dan mendarat ketika petang dan malam hari? Apapun perkiraan anda, ini tidak ada hubungannya dengan penghematan sumber tenaga meskipun sejatinya ini adalah ide yang sangat baik untuk mendukung kampanye “green environment”. Biasanya awak kabin memberitahu para penumpang melalui PA (public announcement) bahwa lampu kabin akan dimatikan dan diredupkan, namun sebagian dari anda masih bertanya-tanya alasan di balik prosedur baku tersebut.

Prosedur ini berhubungan erat dengan karakter penglihatan manusia terkait adaptasi mata disaat gelap.Termasuk ke dalam fase kritis dalam sebuah penerbangan adalah saat lepas landas dan pendaratan. Jika sesuatu yang sangat genting terjadi ketika dalam fase tersebut dan seluruh penumpang harus segera dievakuasi keluar dari pesawat terbang, keadaan di luar pesawat yang gelap dan keadaan di dalam kabin yang terang benderang akan menimbulkan efek “kebutaan sesaat” yang menyulitkan proses evakuasi yang dapat berakibat fatal bagi keselamatan seluruh penumpang dan awak kabin,

Sama halnya ketika listrik di lingkungan sekitar anda padam di malam hari. Selain kesal, anda nyaris tidak dapat meilhat apa-apa. Namun dengan perlahan anda mulai dapat mengidentifikasi sesuatu di sekitar anda hingga anda dapat mengambil lilin di sebuah lemari di dapur anda tanpa harus membentur lemari pendingin, kursi atau tersandung sebuah rak sepatu misalnya.

Begitu juga di pesawat. Ketika mata anda sudah beradaptasi dengan keadaan gelap atau minimnya pencahayaan, maka anda dapat mengidentifikasi sesuatu termasuk asap dan api yang mungkin muncul di dalam pesawat dalam keadaan yang sangat genting. Dengan begitu, anda dapat memutuskan untuk keluar dari pintu darurat yang terhalang atau diselimuti asap dan api. Hal ini dikarenakan mata manusia membutuhkan rata-rata 20 menit untuk beradaptasi dari keadaan terang ke keadaan gelap. Biasanya prosedur ini juga diikuti oleh dibukanya jendela kabin penumpang untuk alasan yang senada seperti di atas.

Salah satu tugas awak kabin adalah membuat mereka yang gelisah dan cemas akan terbang untuk merasa nyaman dan aman. Maka mereka cenderung untuk tidak berpanjang lebar menjelaskan alasan di balik prosedur ini. Bahkan seorang pilot mungkin saja mengatakan kepada para penumpang bahwa lampu kabin dimatikan karena pesawat membutuhkan tenaga ekstra untuk lepas landas atau hal senada yang terdengar normal dan rutin. Apakah awak kabin akan mematikan total atau hanya meredupkan lampu kabin tergantung dari SOP sebuah maskapai itu sendiri.

Selamat terbang!

Sumber Runway Aviation

 

 

 

 

Ubah Bahasa
Facebook Pages


Youtube Channel





Member of Vince Group
ALAMAT UNIVERSITY GATEWAY (UNIGATE)
Jl. Pluit Raya No. 132 X-Y
Jakarta Utara 14440
TELEPON Office(Hunting) : +6221 66674784
Fax : +6221 6618813
Office HP : 081284659475 / 081281181151
JEJARING SOSIAL Facebook Twitter